Get this gadget at facebook popup like box

Sabtu, 17 Desember 2011

PERINGATAN TRADISI MAULID NABI SAW SERTA PEMBACAAN KITAB AL-BARZANJI DI DESA PEGANDON KECAMATAN PEGANDON KABUPATEN KENDAL (Studi Komparatif Menurut Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah)4505


PERINGATAN TRADISI MAULID NABI SAW SERTA PEMBACAAN KITAB AL-BARZANJI DI DESA PEGANDON KECAMATAN PEGANDON KABUPATEN KENDAL (Studi Komparatif Menurut Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah)4505


Manusia dalam kehidupannya tidak dapat terlepas dari persoalan agama, yang selalu menjadikan pro dan kontra dalam memberikan argumen-argumen untuk menanggapi suatu persoalan yang terjadi terhadap budaya atau tradisi pada suatu ajaran-ajaran dan syariat agama. Kajian yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu, Pertama, Bagaimana Peringatan tradisi Maulid Nabi menurut Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah, Kedua, Bagaimana penerimaan Tradisi Pembacaan kitab al-Barzanji dalam pandangan Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah di desa Pegandon kabupaten Kendal, dan Ketiga, Sejauh mana persamaan dan perbedaan Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah di desa Pegandon kabupaten Kendal dalam menyikapi Peringatan Maulid Nabi serta Pembacaan kitab al-Barzanji dalam tinjauan aqidah Islam.
Adapun metode penelitian skripsi ini terdiri dari: jenis data, menggunakan data Kualitatif, Subyek dalam penelitian ini adalah pelaku pada tradisi Maulid serta pembacaan kitab al-Barzanji di desa Pegandon Kecamatan Pegandon Kabupaten Kendal, dari beberapa informan yaitu dari kalangan Nahdlatul Ulama maupun Muhammadiyah. Pengambilan sampel menggunakan metode Proporsif sampling, disamping itu juga menggunakan metode survey dengan teknik analisis pengumpulan data, menggunakan instrumen interview, observasi dan dokumentasi. Data penelitian yang terkumpul kemudian dianalisis dengan metode Deskriptif Kualitatif, Fenomenologi dan metode Komparasi.
Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa: ternyata ada persamaan dan perbedaan dalam menyikapi peringatan tradisi maulid serta pembacaan kitab al-Barzanji. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah terdapat pengaruh yang positif terhadap aqidah Islam, walaupun banyak kalangan ulama yang mempersoalkan tentang tradisi tersebut. Ternyata dari data di Desa Pegandon, baik dikalangan warga Nahdlatul Ulama maupun Muhammadiyah, sama-sama menjalankan tradisi Maulid dan Pembacaan kitab al-Barzanji hanya saja dalam deskriptifnya terdapat perbedaan yang sangat nyata yaitu dengan lontaran yang dikemukakan Muhammadiyah bahwa persoalan tersebut merupakan suatu produk budaya yang di pertanyakan keabsahanya karena dinilai bid'ah. Akan tetapi dalam hal ini digolongkan sebagai masalah ijtihadiyah, karena tidak ada nash yang menunjukkan atau dapat dijadikan dasar secara langsung dalam penetapan hukumnya.
Sedangkan mengenai kitab al-Barzanji dalam pandangan Muhammadiyah dinilai melanggar batas puji-pujian kepada rasulullah, karena melalui syair-syairya yang dianggap ghullu dan ikhtiara serta menggapnya sebagai suatu bentuk pemujaan yang berlebihan, karena itu tidak ada pada zaman rasulullah dan generasi para-tabiat tabiin. Walaupun isi dari kitab tersebut memang ada baiknya, uraiannya yang mengandung pujian-pujian yang baik bagi rasul, tetapi ada yang keterlaluan sehingga mengurangi isi bahkan kalau tidak dapat dikatakan menghilangkan makna penghormatan kepada Nabi. Sehingga peran penting aqidah Islam dalam upaya membentengi diri terhadap perilaku yang menyimpang yang dianggap bid'ah yang tidak sesuai dengan ajaran Islam. Walaupun tak jarang dalam realitasnya ternyata banyak dari kalangan Muhammadiyah terlibat dalam aktifitas ini. Berbeda dengan pemahaman Nahdlatul Ulama bahwa tradisi tersebut dimanfaatkan Nahdlatul Ulama sebagai metode dakwah serta syiar agama dan menganggapnya sebagai Bid'ah hasanah maka dalam perkembangannya pembacaan kitab al-Barzanji dapat di terima oleh masyarakat di kalangan Nahdlatul Ulama. DOWNLOAD FILE LENGKAPNYA

0 komentar:

Poskan Komentar