Get this gadget at facebook popup like box

Sabtu, 17 Desember 2011

BERBAKTI KEPADA ORANG TUA MENURUT PENAFSIRAN HAMKA DALAM TAFSIR AL-AZHAR DAN HASBI ASH-SHIDDIEQY DALAM TAFSIR AN-NUR (STUDY KOMPARATIF) 4502


BERBAKTI KEPADA ORANG TUA MENURUT PENAFSIRAN HAMKA DALAM TAFSIR AL-AZHAR DAN HASBI ASH-SHIDDIEQY DALAM TAFSIR AN-NUR (STUDY KOMPARATIF) 4502


Hidayah merupakan suatu hal yang sangat urgen dan sangat diperlukan dalam kehidupan masyarakat, terutama kehidupan masyarakat seperti sekarang ini. Manusia mulai tenggelam dalam urusan dunia dengan segala kemajuan dan kemewahannya, sehingga tidak dapat membedakan untuk memilih dan memilah mana yang seharusnya dan mana yang tidak seharusnya. Oleh karena itu, manusia harus dapat menentukan jalan yang benar (shirat al mustaqim) di antara jalan yang ada dalam mengarungi kehidupan yang penuh persoalan dan cobaan.
Tema sentral kajian ini adalah BERBAKTI KEPADA ORANG TUA MENURUT AL-QUR'AN (STUDY KOMPARATIF PEMIKIRAN PENAFSIRAN HAMKA DALAM TAFSIR AL-AZHAR DAN HASBI ASH-SHIDDIEYQ DALAM TAFSIR AN-NUR), penulis melihat bahwa kedua tokoh penafsir tersebut merupakan penulis kitab tafsir yang beredaksi indah, menarik dan mudah dipahami.
Birrul walidain terdiri dari kata birru dan al-walidain. Birru atau al-birru artinya kebajikan. Al-walidain artinya dua orang tua atau ibu bapak. Jadi birrul walidain adalah berbuat kebajikan kepada kedua orang tua. Semakna dengan birrul walladain, AL-QUR'AN Al-Karim menggunakan istilah ihsan (wa bi al-walidaian ihsana). Berbakti menurut kamus bahasa Indonesia adalah berbuat baik kepada seseorang baik itu sahabat atau orang tua, Anak harus berbakti kepada orang tuanya, itu adalah hukumnya wajib, dan bila tidak berarti ia berdosa karena melanggar kewajiban tersebut. Di dalam AL-QUR'AN telah banyak diterangkan mengenai hal berbakti terhadap orang tua, seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. Walaupun tidak diperintah untuk mengasihi anak, otomatis orang tua mengasihi anaknya. Seorang ayah, apalagi seorang ibu, amat sayang kepada anaknya. Mereka sanggup bekerja bersusah payah siang dan malam membanting tulang, mencurahkan tenaga dan fikirannya. Semua itu demi kemaslahatan dan masa depan anaknya. Dan Islam sangat menjunjung tinggi perbuatan bakti kepada orang tua. Akan tetapi, berbakti kepada orang tua ada batasnya, yakni selama perbuatan bakti tersebut tidak melanggar ketentuan yang telah di gariskan allah SWT, baik yang telah dijelaskan dalam AL-QUR'AN dan hadist.
Dalam merumuskan hasil penelitian skripsi ini, jenis penelitian yang ditempuh adalah "Library Research" (kepustakaan) yaitu dengan mengumpas secara konseptual dengan cara menulis, mengedit dan menyajikan data-data serta menganalisisnya. Dalam arti di semua sumber datanya berasal dari bahan-bahan tertulis yang telah berkaitan dengan topik yang telah dibahas dan adanya pengumpulan data ini bersumber dari data primer yaitu Tafsir Al-Azhar karya Prof.Dr. Hamka dan Tafsir An-Nur karya Hasbi Ash-Shiddieyq. Dalam metode analisis ini penulis menggunakan metode deskriptif yaitu cara penulisan dengan mengutamakan pengamatan terhadap gejala-gejala, peristiwa dan kondisi aktual di masa sekarang dan metode komparatif yaitu menafsirkan teks-teks ayat AL-QUR'AN atau surat tertentu dengan cara membandingkan ayat dengan ayat-ayat, dengan hadits atau pendapat para ulama tafsir dari segi perbedaan.
Oleh karena itu telah mempunyai konteks pembicaraan yang berbeda-beda sehingga ada perbedaan dalam metode dan persamaan dalam menafsirkan.DOWNLOAD FILE LENGKAPNYA

0 komentar:

Poskan Komentar