Get this gadget at facebook popup like box

Sabtu, 17 Desember 2011

HUBUNGAN KESADARAN DIRI DAN PENGHAYATAN AL-`ASMĀ `AL-HUSNĀ DENGAN KECERDASAN SPIRITUAL SISWA MADRASAH ALIYAH NU BANAT KUDUS 4718


HUBUNGAN KESADARAN DIRI DAN PENGHAYATAN AL-`ASMĀ `AL-HUSNĀ DENGAN KECERDASAN SPIRITUAL SISWA MADRASAH ALIYAH NU BANAT KUDUS 4718

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1. Hubungan kesadaran diri dengan kecerdasan spiritual siswa Madrasah Aliyah NU Banat Kudus; 2. Hubungan penghayatan Al-`asmā `al-husnā dengan kecerdasan spiritual siswa Madrasah Aliyah NU Banat Kudus; dan 3. Hubungan kesadaran diri dan pengahayatan Al-`asmā `al-husnā dengan kecerdasan spiritual siswa Madrasah Aliyah NU Banat Kudus.
Penelitian ini bersifat expost facto yang mencari hubungan kausal korelasional untuk mengungkapkan fakta berdasarkan pengukuran gejala yang telah terjadi pada diri responden sebelumnya. Penentuan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik proportional random sampling, dengan menggunakan tabel model Krijcie-Morgan. Berdasarkan teknik tersebut siswi diambil sampel 114 responsen. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran angket. Analisis data menggunakan regresi dengan bantuan SPSS (Statistical Program for Social Science).
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kesadaran diri (X1) dan penghayatan Al-`asmā `al-husnā (X2) mempunyai hubungan yang sangat signifikan terhadap kecerdasan spiritual (Y). Nilai probabilitas untuk X1 adalah 0,000 < 0,05. Nilai probabilitas X2 adalah 0,000 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh kesadaran diri dan penghayatan Al-`asmā `al-husnā terhadap kecerdasan spiritual. Konstanta regresi sebesar -12,809 menyatakan bahwa jika tidak ada kesadaran diri dan penghayatan Al-`asmā `al-husnā, kecerdasan spiritual adalah -12,809. Artinya, harus ada upaya peningkatan kesadaran diri dan penghayatan Al-`asmā `al-husnā yang sangat tinggi agar kecerdasan spiritual siswi meningkat. Hal ini ditunjukkan bahwa jika kedua variabel mengalami penurunan (yang ditunjukkan dengan nilai minus) maka kecerdasan spiritual juga akan menurun ditandai dengan nilai minus yang sangat besar.
Kendatipun demikian, pada variabel kesadaran diri, koefisien korelasinya sebesar 0,384, variabel penghayatan Al-`asmā `al-husnā sebesar 0,651, sehingga nilai determinasinya untuk kesadaran diri sebesar 0,147 (14,7%) dan untuk penghayat an Al-`asmā `al-husnā sebesar 0,424 (42,4%). Secara bersama-sama nilai koefisien korelasi 0,656 sehingga koefisien determinasinya sebesar 0,430 (43%). Dengan demikian, semakin tinggi koefisien korelasinya (R) maka akan semakin tinggi pula tingkat keberartiannya (r2). Hal ini berarti tingkat kecerdasan spiritual siswi sangat dipengaruhi oleh besarnya persepsi mereka mengenai perhatian kesadaran diri dan penghayatan Al-`asmā `al-husnā yang mereka wujudkan. DOWNLOAD FILE LENGKAPNYA

0 komentar:

Poskan Komentar