Get this gadget at facebook popup like box

Minggu, 18 Desember 2011

PENGARUH KONVERSI AGAMA TERHADAP KEHARMONISAN KELUARGA (STUDI KASUS DI KECAMATAN GRINGSING KABUPATEN BATANG) 3779


PENGARUH KONVERSI AGAMA TERHADAP KEHARMONISAN KELUARGA (STUDI KASUS DI KECAMATAN GRINGSING KABUPATEN BATANG) 3779


Pada masa sekarang ini banyak orang yang kurang yakin terhadap agama, nilai-nilai norma atau bahkan terhadap dirinya sendiri. Karena kepercayaan terhadap agama yang makin luntur, tetapi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, manusia memiliki perasaan bahwa mereka seperti hewan yang justru mengabaikan nilai-nilai spiritual sebagai pedoman hidupnya. Dengan agama manusia bisa terarah jalan hidupnya dalam hidup yang fana ini.
Bertambahnya pengetahuan dan pengalaman keagamaan seseorang dewasa ini dalam kehidupan masyarakat, baik dalam bentuk perluasan dan pendalaman maupun perkenalan akan memunculkan perbedaan-perbedaan pemahaman ajaran agama. Perbedaan pemahaman ajaran agama tersebut tidak mustahil berakibat terjadinya konversi tindakan keagamaan dan memiliki makna sosial tertentu yang tersembunyi di balik tindakan konversi tersebut, sehingga bisa tercermin dalam akibat-akibat yang terjadi dalam bentuk tindakan aspek-aspek keagamaan tertentu.
Dalam uraian di atas ada beberapa permasalahan yang dapat dijadikan penelitian yang perlu dikaji lebih lanjut, adapun permasalahan dalam penelitian ini tentang: bagaimana dampak konversi agama terhadap keharmonisan keluarga, di samping itu bagaimana pelaku konversi agama menjaga keharmonisan keluarga.
Sehubungan dengan permasalahan tersebut, dari hasil penelitian di Kecamatan Gringsing-Kabupaten Batang, dapat diketahui bahwa penyebab konversi agama di Kecamatan Gringsing adalah karena sebagian masyarakat lebih mengedepankan kebutuhan rohaniyahnya. Dan faktor-faktor yang menyebabkan konversi agama di Kecamatan Gringsing lebih mengacu pada faktor ekonomi, sosial, hubungan kekasih, pernikahan dan pengaruh lingkungan.
Perbedaan pola konversi agama pada kasus konversi agama di Kecamatan Gringsing tidak jauh dari faktor penyebabnya. Pola konversi dari agama Islam ke Kristen, pada umumnya, antara lain: karena merasa tertekan dengan ajaran agama, ingin mendapatkan kehidupan yang lebih menjanjikan. Sebagian mengalami goncangan jiwa lebih kecil karena mereka yakin akan lebih diperhatikan kehidupannya oleh agama barunya, merasa bahagia karena tekanan jiwanya dapat teratasi dan tidak mengganggu aktifitasnya. Sedangkan pola konversi agama Kristen ke Islam adalah: karena ragu atas dogma ajaran dari pendeta, pergulatan teologi atas kebenaran yang hakiki goncangan jiwanya lebih besar, beradaptasi dengan ajaran agama barunya.
Dari hasil penelitian di Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang dapat diketahui bahwa dampak konversi agama tidak sampai mengakibatkan keretakan hubungan antar umat beragama sehingga dalam kehidupan sehari-hari bisa terjaga keharmonisan. Untuk menjaga akibat dari adanya tindakan konversi agama yang dilaksanakan oleh para tokoh agama masing-masing sangat berperan penting dalam menanggulangi dampak terjadinya konversi agama terhadap hubungan beragama dalam sebuah keluarga. DOWNLOAD FILE LENGKAPNYA

0 komentar:

Poskan Komentar