Get this gadget at facebook popup like box

Sabtu, 17 Desember 2011

KEHIDUPAN BERAGAMA MINORITAS KRISTEN KATHOLIK DI TENGAH-TENGAH KOMUNITAS SANTRI DI DESA KRAJAN KULON KALIWUNGU KENDAL 4360


KEHIDUPAN BERAGAMA MINORITAS KRISTEN KATHOLIK DI TENGAH-TENGAH KOMUNITAS SANTRI DI DESA KRAJAN KULON KALIWUNGU KENDAL 4360


Keragaman dalam memeluk agama menjadi realitas dalam masyarakat pluralis yang tidak dapat dihindarkan, sebagaimana yang terjadi dalam masyarakat Desa Krajan Kulon Kaliwungu Kendal, yang tidak hanya terdiri dari satu agama tetapi juga terdiri dari beberapa agama yaitu Islam, Kristen Katolik, Kristen Protestan dan lainnya. Krajan kulon mempunyai kebutuhan pokok untuk membuat damai masyarakatnya dalam merasakan kehidupannya yang penih dengan perbedaan keyakinan. Masalah kerukunan beragama menjadi sangat penting dalam kehidupan sehari-hari untuk itu peneliti tertarik untuk mengkaji lebih jauh tentang bagaimana hubungan beragama antara kaum minoritas Kristiani dengan golongan komunitas santri di Desa Krajan Kulon Kaliwungu Kendal
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui kehidupan masyarakat santri (Islam) di desa Krajan Kulon Kaliwungu Kendal. (2) Mengetahui kehidupan masyarakat yang beragama Kristen Katolik. (3) Mengetahui bentuk interaksi dan kerukunan beragama masyarakat minoritas Kristen di tengah-tengah masyarakat santri (Islam) di Desa Krajan Kulon Kaliwungu Kendal.
Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif lapangan dengan menggunakan pendekatan fenomenologis yang merupakan sebuah pendekatan logika-logika serta teori-teori yang sesuai dengan lapangan. Data penelitian yang terkumpul kemudian dianalisis dengan teknik analisis deskriptif yang mengacu pada analisis data secara induktif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1). Kehidupan masyarakat santri di Krajan Kulon tidak jauh berbeda dengan santri lain yaitu suatu masyarakat yang mengaji dengan berbagai ajaran kitab klasik, Kyai merupakan figur utama bagi kalangan ini, sehingga fatwa kyai adalah segala-galanya, para santri yang ada di Krajan Kulon selain berasal dari desa Krajan Kulon sendiri juga berasal dari beberapa daerah di Indonesia, dengan latar belakang yang beranekaragam maka pola pembinaan yang dilakukan pesantren secara bertahap. (2) Kehidupan masyarakat Kristen di Krajan Kulon dalam hal sosialisasi lebih banyak membaur dengan budaya pesantren yang berkembang di Krajan Kulon, bahkan mereka sering datang ke acara hajatan yang bernuansa Islam hanya sekedar ikut menghormati, dan menghargai lingkungan sekelilingnya, bahkan kaum Kristiani ada yang siap jadi donatur dalam acara kegiatan kaum santri seperti pengajian, sedang untuk urusan ibadah dan ketauhidan lainnya mereka memisahkan dari kaum Islam. (3)Bentuk interaksi yang dilakukan antar umat beragama dalam hal ini kaum mayoritas santri dan minoritas Kristen dijalin sebagai upaya untuk mempertahankan hubungan baik antar pemeluk agama yang sudah lama terjalin, menghargai perbedaan, menghormati sesama pemeluk, menjaga ketenteraman bagi pemeluk lain yang melakukan ibadah, dan kesadaran yang tinggi dari para pemuka agama merupakan pola hubungan kekerabatan yang selama ini terjalin dengan baik, selain itu peran pemerintah desa dalam membuat acara yang menyatukan kedua pemeluk menjadi salah satu bentuk pola kerukunan yang tercipta, Krajan Kulon merupakan salah satu desa yang tercipta kerukunan antar umat beragama tanpa diskriminasi.

0 komentar:

Poskan Komentar